Jumat, 19 Februari 2016

Tips dan Trik : memilih spot untuk Hunting

Hobi railfans (terutama memotret kereta api) sudah mengalami begitu banyak perubahan. Tidak hanya bersifat dokumentasi, foto-foto kereta api saat ini sudah dipadukan dengan teknik, estetika, dan seni. Tidak hanya di stasiun atau di dipo lokomotif, para railfans berlomba-lomba menjelajah segenap penjuru negeri demi mendapatkan foto kereta api yang cantik, indah, dan luar biasa. Apalagi jika ada momen kereta api yang langka. Para pecinta kereta api berlomba mendapatkan gambar atau foto terbaik dari momen tersebut.

Untuk mendapatkan foto kereta api yang cantik dan indah dipandang mata, salah satu faktor penting yang mempengaruhi adalah tempat atau lebih dikenal dengan spot untuk memotret. Dan beruntunglah kita yang tinggal di Indonesia, negeri kita mempunyai alam yang sangat indah, yang sangat cocok jika dipakai untuk memotret kereta api. Gunung, lembah, hutan, sungai, pantai, sawah, jembatan, tanjakan, turunan, belokan, dan lain sebagainya. Negeri kita sangat kaya akan spot-spot indah untuk berburu foto kereta api.

Lalu bagaimana memilihnya? Bagaimana memilih spot yang tepat untuk memotret kereta api? Faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih spot hunting?

Di sini saya mencoba berbagi tips dan trik berdasarkan pengalaman saya memotret kereta api. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih spot untuk memotret kereta api.
 
Waktu Pemotretan
Kita harus memutuskan kapan kita akan memotret kereta api. Apakah itu pagi, siang, sore, atau malam hari. Hal ini sangat penting karena waktu pemotretan ini berhubungan langsung dengan elemen yang sangat penting dalam fotografi, yaitu pencahayaan. Jika kita sudah menentukan kapan waktunya kita memotret kereta api -misalnya pagi hari, maka kita akan bisa menentukan spot mana yang mempunyai pencahayaan yang bagus untuk memotret kereta api. Karena terkadang, ada tempat-tempat tertentu yang memiliki pencayahaan yang berbeda di saat pagi, siang, atau sore hari. Suatu spot mungkin akan bagus untuk dipakai memotret di pagi hari, tapi tidak bagus untuk dipakai memotret di sore hari. Atau sebaliknya. Dan tentu saja, jika kita memotret di malam hari kita harus memilih spot dengan pencahayaan lampu yang cukup. Mengetahui siklus posisi bumi terhadap matahari juga sangat penting. Berdasarkan pengalaman saya, beberapa tempat memiliki posisi rel yang unik terhadap terhadap matahari. Saya berikan contoh spot di sebelah timur Stasiun Brambanan. Rel lurus membentang dari timur ke barat. Posisi rel ini tentu mudah bagi kita untuk menentukan kereta dari mana saja yang bagus untuk difoto di pagi, siang, atau sore hari. Tetapi, posisi rel ini juga berada tepat di lintasan siklus posisi bumi terhadap matahari (saya kurang paham istilahnya hehe). Singkatnya, posisi matahari terhadap rel berbeda dalam setahun. Kira-kira saat bulan April sampai Nopember, posisi matahari ada di sebelah selatan rel. Sedangkan saat bulan Desember sampai Maret, posisi matahari ada di sebelah utara rel. Hal ini tentu saja harus diperhatikan jika kita ingin mendapatkan foto dengan pencahayaan yang bagus. 
 
Topografi
Sebelum memilih suatu tempat untuk spot hunting kereta api, sebaiknya kita terlebih dahulu mengetahui topografi suatu daerah. Apakah tempat itu berupa perbukitan, gunung, lembah, hutan, sawah, sungai, pantai, tengah kota, di daerah pinggiran, menanjak, menurun, berkelok, dan lain sebagainya. Menurut saya ini juga penting karena kita bisa membuat persiapan segala sesuatunya sebelum mendatangi spot tersebut. Topografi juga mempengaruhi persiapan peralatan yang akan kita bawa, dalam hal ini kamera. Misalnya kita akan hunting dari atas bukit yang tinggi dan jauh dari rel, atau dari atas gedung bertingkat, tentu saja kita setidaknya harus mempersiapkan lensa tele untuk memotret dari jarak jauh. Jika kita hunting di stasiun atau di tengah kota yang padat bangunan, kita perlu mempersiapkan lensa pendek atau wide. Dan lain sebagainya.
 
Hasil yang kita inginkan
Apakah kita menginginkan foto kereta api dengan background pemandangan alam, gunung, sawah, jembatan, bukit, dan lain sebagainya. Atau kita menginginkan hasil foto fokus pada kereta api nya saja, atau mungkin ditambahkan sedikit human interest di dalamnya. Hal ini juga penting dipertimbangkan sebelum kita memilih spot hunting kereta api. Hasil foto yang kita inginkan juga masih berkaitan dengan topografi suatu daerah. Daerah perbukitan dan gunung, biasnya mempunya rel yang berkelok-kelok, naik turun, dan punya banyak tikungan. Sedangkan tempat-tempat dataran rendah biasanya didominasi oleh rel yang membentang lurus dari timur ke barat atau dari utara ke selatan. Ini juga menjadi hal yang sangat penting sebelum memilih spot hunting. Apakah kita nantinya ingin kereta api yang kita foto berkelok-kelok, menikung, naik, turun, atau sekedar foto kereta api yang lurus melewati rel yang membentang lurus. Atau mungkin kita ingin memotret momen persilangan, papasan, atau balapan kereta api. Semua hal itu menjadi pertimbangan sebelum kita memilih spot hunting.
 
Cuaca
Saya rasa semua railfans juga tahu bahwa cuaca juga sangat menentukan pemilihan spot hunting. Cuaca cerah sangat cocok untuk dipakai hunting di mana saja. Di hutan, sawah, bukit, gunung, jembatan, sungai, pantai, di kota, di daerah pinggiran, gedung bertingkat, di mana saja asal ada rel dan ada kereta nya. Tetapi apabila cuaca sudah mulai mendung, atau bahkan hujan, hunting di tempat terbuka adalah pilihan yang salah. Kecuali jika Anda termasuk railfans nekat :D

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar