Untuk
mendapatkan foto kereta api yang cantik dan indah dipandang mata, salah
satu faktor penting yang mempengaruhi adalah tempat atau lebih dikenal
dengan spot untuk memotret. Dan beruntunglah kita yang tinggal di
Indonesia, negeri kita mempunyai alam yang sangat indah, yang sangat
cocok jika dipakai untuk memotret kereta api. Gunung, lembah, hutan,
sungai, pantai, sawah, jembatan, tanjakan, turunan, belokan, dan lain
sebagainya. Negeri kita sangat kaya akan spot-spot indah untuk berburu
foto kereta api.
Lalu bagaimana
memilihnya? Bagaimana memilih spot yang tepat untuk memotret kereta api?
Faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih spot
hunting?
Di sini saya
mencoba berbagi tips dan trik berdasarkan pengalaman saya memotret
kereta api. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih
spot untuk memotret kereta api.
Waktu Pemotretan
Kita harus
memutuskan kapan kita akan memotret kereta api. Apakah itu pagi, siang,
sore, atau malam hari. Hal ini sangat penting karena waktu pemotretan
ini berhubungan langsung dengan elemen yang sangat penting dalam
fotografi, yaitu pencahayaan. Jika kita sudah menentukan kapan waktunya
kita memotret kereta api -misalnya pagi hari, maka kita akan bisa
menentukan spot mana yang mempunyai pencahayaan yang bagus untuk
memotret kereta api. Karena terkadang, ada tempat-tempat tertentu yang
memiliki pencayahaan yang berbeda di saat pagi, siang, atau sore hari.
Suatu spot mungkin akan bagus untuk dipakai memotret di pagi hari, tapi
tidak bagus untuk dipakai memotret di sore hari. Atau sebaliknya. Dan
tentu saja, jika kita memotret di malam hari kita harus memilih spot
dengan pencahayaan lampu yang cukup. Mengetahui
siklus posisi bumi terhadap matahari juga sangat penting. Berdasarkan
pengalaman saya, beberapa tempat memiliki posisi rel yang unik terhadap
terhadap matahari. Saya berikan contoh spot di sebelah timur Stasiun
Brambanan. Rel lurus membentang dari timur ke barat. Posisi rel ini
tentu mudah bagi kita untuk menentukan kereta dari mana saja yang bagus
untuk difoto di pagi, siang, atau sore hari. Tetapi, posisi rel ini juga
berada tepat di lintasan siklus posisi bumi terhadap matahari (saya
kurang paham istilahnya hehe). Singkatnya, posisi matahari terhadap rel
berbeda dalam setahun. Kira-kira saat bulan April sampai Nopember,
posisi matahari ada di sebelah selatan rel. Sedangkan saat bulan
Desember sampai Maret, posisi matahari ada di sebelah utara rel. Hal ini
tentu saja harus diperhatikan jika kita ingin mendapatkan foto dengan
pencahayaan yang bagus.
Topografi
Sebelum memilih
suatu tempat untuk spot hunting kereta api, sebaiknya kita terlebih
dahulu mengetahui topografi suatu daerah. Apakah tempat itu berupa
perbukitan, gunung, lembah, hutan, sawah, sungai, pantai, tengah kota,
di daerah pinggiran, menanjak, menurun, berkelok, dan lain sebagainya.
Menurut saya ini juga penting karena kita bisa membuat persiapan segala
sesuatunya sebelum mendatangi spot tersebut. Topografi juga
mempengaruhi persiapan peralatan yang akan kita bawa, dalam hal ini
kamera. Misalnya kita akan hunting dari atas bukit yang tinggi dan jauh
dari rel, atau dari atas gedung bertingkat, tentu saja kita setidaknya
harus mempersiapkan lensa tele untuk memotret dari jarak jauh. Jika kita
hunting di stasiun atau di tengah kota yang padat bangunan, kita perlu
mempersiapkan lensa pendek atau wide. Dan lain sebagainya.
Hasil yang kita inginkan
Apakah kita
menginginkan foto kereta api dengan background pemandangan alam, gunung,
sawah, jembatan, bukit, dan lain sebagainya. Atau kita menginginkan
hasil foto fokus pada kereta api nya saja, atau mungkin ditambahkan
sedikit human interest di dalamnya. Hal ini juga penting dipertimbangkan
sebelum kita memilih spot hunting kereta api. Hasil foto yang
kita inginkan juga masih berkaitan dengan topografi suatu daerah.
Daerah perbukitan dan gunung, biasnya mempunya rel yang berkelok-kelok,
naik turun, dan punya banyak tikungan. Sedangkan tempat-tempat dataran
rendah biasanya didominasi oleh rel yang membentang lurus dari timur ke
barat atau dari utara ke selatan. Ini juga menjadi hal yang sangat
penting sebelum memilih spot hunting. Apakah kita nantinya ingin kereta
api yang kita foto berkelok-kelok, menikung, naik, turun, atau sekedar
foto kereta api yang lurus melewati rel yang membentang lurus. Atau
mungkin kita ingin memotret momen persilangan, papasan, atau balapan
kereta api. Semua hal itu menjadi pertimbangan sebelum kita memilih spot
hunting.
Cuaca
Saya rasa semua
railfans juga tahu bahwa cuaca juga sangat menentukan pemilihan spot
hunting. Cuaca cerah sangat cocok untuk dipakai hunting di mana saja. Di
hutan, sawah, bukit, gunung, jembatan, sungai, pantai, di kota, di
daerah pinggiran, gedung bertingkat, di mana saja asal ada rel dan ada
kereta nya. Tetapi apabila cuaca sudah mulai mendung, atau bahkan hujan,
hunting di tempat terbuka adalah pilihan yang salah. Kecuali jika Anda
termasuk railfans nekat :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar